Cara Bapak Memotivasi Anak berkaitan dengan Prestasi Belajar

 on Monday, March 16, 2015  



Berkumpul dengan para orang tua ada salah hal yang menjadi perhatian dan juga mengingatkan dalam hal mendidik anak, kaitanya dengan prestasi belajar anak, ini menjadi wawasan dan pemahaman saya nantinya sebagai orang tua.

Berikut apa yang dibicarakan seorang bapak tersebut.

“ anak saya dirumah sedih karena salah satu nilai raportnya ada yang jelek, kemungkinan sedih karena takut mengecewakan bapaknya, takut bapaknya marah, ketika bapaknya bertanya, kenapa sedih dan diceritakan apa yang menjadi permasalahan kepada bapaknya, ternyata respon bapak tersebut tidaklah menambah kesedihan anaknya tersebut dengan memarahinya, tetapi memberikan pemahaman, tidak apa-apa mendapatkan nilai jelek, asal anaknya sudah berusaha maksimal, nilai yang didapat itu hasil dari apa usahannya, nilai 6 kecil tapi bisa jadi membanggakan karena itu murni hasil usahanya sendiri dari pada nilai 10 tapi hasil mencotek”

Dengan ungkapan seperti diatas, jika terjadi pada diri saya sendiri saya diberi pemahaman seperti itu saya akan lebih belajar keras lagi untuk memperbaikinya. Bisa dibayangkan jika prestasi sedang jelek tetapi malah dimarahi, terdapat tekanan pada anak, menambah kesedihan pada anak.

Memarahi terkadang memiliki maksud baik tetapi apakah anak mengerti apa maksud kenapa dimarahi yang ada spontan anak merasa tertekan, emosi dan sedih, saya sendiri ingat, sesuatu hasilnya bagus bila dilakukan dengan senang hati, jika dalam penekanan saya rasa akan sulit berkosentrasi belajar, setelah dimarahi bisa saja memang lebih rajin tapi diotaknya ada bayang-bayang dimarahi tekanan yang besar, ini akan menjadi beban dan hasilnya saya rasa akan membuat stres.

Jadi dapat saya simpulkan cara memotivasi anak berkaitan dengan prestasi belajar  dari apa yang dibicarakan bapak diatas adalah, dengan memberikan pemahaman dengan mendasarkan hukum sebab akibat, misalnya kepada anak yang suka mencontek, jangan mencontek lebih baik hasil usaha kerja anda sendiri, lebih bangga nilai 7 hasil usaha sendiri daripada nilai 9 tapi hasilnya mencotek, ini ada benarnya juga, ketika masuk dunia kerja nanti, ketika anda sudah kebiasaan mencontek, anda akan sulit percaya diri dalam mengerjakan sesuatu karena takut salah. Tidak mencontek secara tidak langsung melatih seseorang untuk percaya diri dengan apa yang sedang dikerjakan.

Sekian coretan kali ini, salam blogagus.com

Artikel berikutnya :


3 Artikel Cara Terbaik Mendidik Anak

Cara Atasi Anak Susah Makan

Agar Anak Mau Mengaji

Bagaimana mengasuh anak dari 0 sampai 28 tahun - bimbingan orang tua.




Jual Kopi Murni Arabika dan Peluang Usaha jadi Distributor Kopi Murni Informasi Lengkap klik disini Kopi bubuk Murni Gunungsari Harga 25ribu Pemesanan dan info peluang usaha Kopi Gunungsari Telp/sms : 0896 7299 7768 WA : 0856 4093 0969



Cara Bapak Memotivasi Anak berkaitan dengan Prestasi Belajar 4.5 5 Agus Supriyono Monday, March 16, 2015 ternyata respon bapak tersebut tidaklah menambah kesedihan anaknya tersebut dengan memarahinya, tetapi memberikan pemahaman, tidak apa-apa mendapatkan nilai jelek, asal anaknya sudah berusaha maksimal, nilai yang didapat itu hasil dari apa usahannya, nilai 6 kecil tapi bisa jadi membanggakan karena itu murni hasil usahanya sendiri dari pada nilai 10 tapi hasil mencotek” Berkumpul dengan para orang tua ada salah hal yang menjadi perhatian dan juga mengingatkan dalam hal mendidik anak, kaitanya dengan prestasi...