Budidaya Jangkrik - Perihal Kandang Peneluran

Kandang peneluran

Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya,maka dinding kandang di olesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun, dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian. Disamping untu menghindari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas bagian dalam baiknya dilapisi lakban keliling tidak merayap naik sampai keluar kandang.  

Sirkulasi Udara
Di salah satu sisi dinding kandang di buat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembaban kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik tidak ada ukuran  yang baku yanng penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi tiap kandang. Menurut hasil                                pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30 – 50 cm ,lebar 60 – 100 cm sedangkan panjangnya 120 – 200 cm. Pembuatan  kandang  Kotak (kandang) dapat di buat dari kayu dengan rangka kaso,namun untuk mengirit, maka dinding kandang dapat dibuat dari tripleks. Kadang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal 4 kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti tikus, semut, cicak, dan serangga lainnya maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk berisi air, minyak tanah, vaselin atau gemuk yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.


Hama dan Penyakit
Untuk mendapatkan hasil jangkrik yang sehat perlu adanya tahap-tahap pencegahan hama dan penyakit.  Penyakit, Hama dan penyebabnya Sampai sekarang belum ditemukan yangs erius menyerang jangkrik biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun sedangkan hama yang sering
mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak, dan ular.  Pencegahan serangan hama dan penyakit Untuk menghindari infeksi oleh jamur maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus di buang. Hama penggang jangkrik dapat di atasi dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah, atau memoleskan gemuk pada kaki kandang. Pemberian vaksinasi dan obat Untuk obat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara preventif, maka penyaki jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

Masa Panen
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam hal pemanenan diantaranya sebagai berikut :
Hasil utama
Peternak jangkrik dapat memperoleh dua hasil utam yang nilai ekonomisnya sama besar yaitu : telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan ajngkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.

Penangkapan  
Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan satu sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya bau mulai tumbuh sayap, ditangkap menggunakan tangan dan dimasukkan kedalam tempat penampungan untuk dijual.

Sentra Perikanan
Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak di budidayakan pada saat ini adalah Grillus Mitratus dan Grillus Testaclus untuk pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya dimana Grilus Metratus vipositornya lebih pendek disamping itu. Grilus mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung serta penampilannya yang tenang. Untuk sementara ini sentra peternakan jangkrik adalah di kota-kota besar di pulau jawa karena kebutuhan akan jangkrik sangat banyak.Sedangkan diluar pulau Jawa sementara ini masih didapatkan dari alam sehingga belum banyak peternakanpeternakan jangkrik.
Manfaat Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berikacau seperti Poskai, Kacer dan Hwambie serta untuk pakan ikan baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung

Analisis Ekonomi Budidaya
Penggunaan pestisida yang selama ini didapati pada lahanlahan pertanian merupakan salah satu penyebab
Berkurangnya populasi jangkrik, demikian juga penangkapan  jangkrik di alam yang  dilakukan selama ini membuat penurunan drastis jumlah populasinya. Dengan alasan-alasan  tersebut dan permintaan jangkrik maka peternak tidak  membiarkan begitu saja kesempatan untuk memperoleh  keuntungan dengan membudidayakan jangkrik dengan  intensiv karena dengan waktu yang relatif singkat untuk  memelihara  jangkrik sudah  mendapat keuntungan yang berlipat ganda. Dan semakin banyak peternak-peternak  jangkrik ini permintaan akan telur jangkrik semakin besar juga.Jadi banyak peternak yang hanya memproduksi telur  jangkrik karena resikonya lebih kecil dan lebih cepat lagi  mendapat  laba  untuk sekitar 25-30 hari dibandingkan  proses pembesaran sampai dengan 3 bulan.

Kembali ke halaman awal Budidaya Jangkrik

Sumber : Ebook Budidaya Jangkrik oleh Giri Wiarto






Terima kasih sudah berkomentar