Cerita Inspiratif Jangan terlalu berbangga diri

Sebuah kisah yang memberikan pembelajaran, Seandainya Anda dihormati orang, jangan terlalu berbangga diri. Dan seandainya Anda tidak dihormati, janganlah kecewa dan bersedih sebab Anda tetaplah sebuah pribadi yang berharga berikut cerita selengkapnya

Seorang biksu dengan pakaian lusuh datang memohon sumbangan ke rumah seorang saudagar kaya. Saudagar itu mengamati penampilan sang biksu, lantas mengusirnya pergi dengan kata-kata kasar.

Beberapa hari kemudian, seorang biksu datang lagi. Dengan mengenakan jubah keagamaan yang mewah dan berkilauan, ia memohon sedekah ke saudagar kaya tersebut. Si saudagar kaya segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan vegetarian mewah. Lalu ia mengajak sang biksu untuk menikmati makanannya.

Biksu itu kemudian menanggalkan jubah keagamaannya yang mewah, melipatnya dengan rapi, dan meletakkannya di atas kursi meja makan. Katanya, "Kemarin saya datang dengan pakaian usang dan Anda mengusirku. Hari ini saya datang dengan pakaian mewah, dan Anda menjamuku. Tentunya makanan ini bukan untukku, tapi untuk jubah ini." Setelah berkata demikian si biksu tersebut berlalu, meninggalkan sang saudagar yang kaget.

Lantas biksu itu menyimpulkan, "Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang? Dan kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yang kupakai yang dihina, mengapa aku mesti sedih..?"

Teman-teman, demikianlah sebagian besar manusia. Lebih sering menghormati yang melekat pada diri orang—seperti busana, kekayaan, atau jabatan. Bukan pribadi atau keberadaan orang itu sendiri.

Maka...
Seandainya Anda dihormati orang, jangan terlalu berbangga diri. Dan seandainya Anda tidak dihormati, janganlah kecewa dan bersedih sebab Anda tetaplah sebuah pribadi yang berharga.

Bangkit dan tetap teguh karena di balik ketidaknyamanan terdapat hikmah yang sepadan. Tetap berpikir & bertindak positif.

Salam Sukses, Luar Biasa!!!

Sharing sebuah cerita inspiratif ini, saya dapatkan dari Status Facebook Andrie Wongso







Terima kasih sudah berkomentar