Cara Mengatasi Mimisan dan Penyebabnya

Mimisan bisa jadi mencemaskan diri sendiri atau orang tua untuk itu segera untuk di tangani, berikut kutipan dari sumbernya, Cara mengatasi Mimisan ada 4 cara sebagai berikut :

1. Pertolongan Pertama menghentikan perdarahan tanpa bantuan obat dan alat.

- Cukup duduk dengan posisi badan dan kepala agak membungkuk.

- Lalu gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan dan menutup lubang hidung. Atau menekan bagian cuping hidung yang lunak. Sedangkan mulut dibuka untuk bernapas.

- Lakukan selama 1-2 menit. Tak berapa lama kemudian biasanya darah langsung berhenti.

- Dengan memajukan kepala berarti darah tidak akan mengalir kembali ke tenggorokan. Posisi duduk juga membuat aliran darah lebih lambat, karena posisi jantung sebagai pusat pompa darah berada di bawah hidung.


2. Pertolongan kedua bisa dengan menyediakan air steril dicampur garam lalu ditempelkan dengan kapas ke bagian hidung yang berdarah. Cara ini sangat praktis dan efektif.


3. Dengan menggunakan daun sirih. Daun sirih digulung hingga masuk ke lubang hidung anak. Selanjutnya, sumbatkan daun sirih ke bagian hidung yang berdarah.


4. Pertolongan keempat adalah dengan mengompres hidung dengan es.
Bungkuslah es dengan saputangan lalu tempelkan di antara kening dan hidung. Selain es, benda lain seperti makanan atau minuman beku bisa digunakan. Es dan benda dingin lainnya yang ditempelkan mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Kompres bisa dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti.

Agar tidak terjadi mimisan, perlu mengetahui penyebab mimisan, sehingga dimungkinkan bisa mencegah, berikut seperti yang dikutip dari sumbernya

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab mimisan :

Trauma
Penyebab mimisan dapat terjadi karena trauma ringan misalnya mengorek hidung, benturan ringan, bersin atau mengeluarkan ingus terlalu keras, atau sebagai akibat trauma yang lebih hebat seperti kena pukul, jatuh atau kecelakaan lalu-lintas. Selain itu juga bisa terjadi akibat adanya benda asing tajam atau trauma pembedahan.

Epistaksis sering juga terjadi karena adanya spina septum yang tajam. Perdarahan dapat terjadi di tempat spina itu sendiri atau pada mukosa konka.

Kelainan pembuluh darah (lokal)
Penyebab mimisan karena kelainan pembuluh darah sering kali merupakan kelainan kongenital atau bawaan, dimana pembuluh darah lebih lebar, tipis, jaringan ikat dan sel-selnya lebih sedikit.

Infeksi lokal
Epistaksis / mimisan bisa terjadi pada infeksi hidung dan sinus paranasal seperti rinitis atau sinusitis. Bisa juga pada infeksi spesifik seperti rinitis jamur, tuberkulosis, lupus, sifilis atau lepra.

Tumor
Epistaksis dapat timbul pada hemangioma dan karsinoma. Yang lebih sering terjadi pada angiofibroma, dapat menyebabkan epistaksis/mimisan berat.

Penyakit kardiovaskuler
Hipertensi / darah tinggi dan kelainan pembuluh darah seperti yang terjadi pada arteriosklerosis, nefritis kronik, sirosis hepatis atau diabetes melitus dapat menyebabkan epistaksis. Epistaksis yang terjadi pada penyakit hipertensi seringkali hebat dan dapat berakibat fatal.

Kelainan darah
Kelainan darah penyebab mimisan / epistaksis antara lain leukemia, trombositopenia, bermacam-macam anemia serta hemofilia.

Kelainan kongenital
Kelainan kongenital yang sering menyebabkan mimisan ialah teleangiektasis hemoragik herediter (hereditary hemorrhagic teleangiectasis Osler-Rendu-Weber disease). Juga sering terjadi pada Von Willenbrand disease.

Infeksi sistemik
Penyakit infeksi sistemik yang sering menyebabkan mimisan ialah demam berdarah (dengue hemorrhagic fever). Demam tifoid, influenza dan morbilli juga dapat disertai mimisan.

Perubahan udara atau tekanan atmosfir
Epistaksis ringan sering terjadi bila seseorang berada di tempat yang cuacanya sangat dingin atau kering. Hal serupa juga bisa disebabkan adanya zat-zat kimia di tempat industri yang menyebabkan keringnya mukosa hidung.

Gangguan hormonal
Mimisan juga dapat terjadi pada wanita hamil atau menopause karena pengaruh perubahan hormonal.

 

Sumber : 







Terima kasih sudah berkomentar