Menghadapi Orang Iri dan Seputar Tentang Iri Dengki

Dilingkungan kerja, lingkungan sekitar rumah kita, pernahkan anda menemui orang yang iri dengan anda, bagaimana sikap anda, bagaimana menghadapinya, melihat seringnya menjumpai hal tersebut misiane blog mencoba menyajikan informasi mengenai menghadapi orang iri dan Seputar tentang iri dengki, berikut ulasannya yang saya dapatkan dari berbagai sumber yang ada dibawah akhir postingan ini.

Cara Menghadapi Teman Yang Iri
Kenali gejalanya
Sebelum menghadapi masalah iri hati yang disimpan teman, kenali dulu gejalanya. Misalnya ketika suasana hati teman berubah drastis ketika ada sesuatu yang baik terjadi pada Anda.

Introspeksi
Namun sebelum menilai teman Anda anggap iri hati, coba introspeksi diri sendiri terlebih dahulu. Jangan-jangan memang Anda yang terlalu sombong dan suka pamer, makanya suasana hati teman langsung berubah drastis.

Jangan salahkan
Jika sikap teman memang berubah dan menunjukkan tanda iri, jangan salahkan mereka. Memang menyebalkan jika Anda orang seperti itu, akan tetapi Anda sebaiknya tetap berusaha bersikap baik padanya.

Membicarakannya
Daripada didiamkan dan membuat masalah semakin berlarut-larut, Anda bisa membicarakannya dengan teman yang iri hati. Sebab komunikasi adalah salah satu cara penting untuk menyelesaikan masalah dengan efektif.

Saling memperbaiki
Setelah membicarakannya, Anda dan teman bisa saling membantu untuk mengatasi kekurangan masing-masing. Daripada menambah musuh, bukankah lebih baik jika Anda mempererat hubungan dengan teman?

Tips menghadapi orang-orang yang berkarakter buruk :
1. jangan terpancing emosi atau sakit hati, tetaplah jernih berpikir
2. tak usah membalas apalagi melabrak
3. jangan menjelek-jelekan mereka
4. ramahlah pada mereka
5. jangan kucilkan mereka
6. berbaik sangkalah pada mereka
7. balas dengan perkataan yang sopan
8. ajaklah berbicara empat mata
9. jangan sinis menghadapi mereka
10. kasihanilah mereka dengan mencoba menyadarkan mereka
11. berilah kado
12. maafkan mereka


Ada delapan bahaya hasud yang diterangkan dalam kitab Thariqah Muhammadiyah.

Pertama, إفساد الطاعة Ifsadut tho’at. Bahwa hasud itu merusak keta’atan kepada Allah. Mislakan seorang pedagang yang jujur yang tidak pernah berbohong, bahkan ia seorang yang rajin beribadah, menyempatkan waktu untuk shalat di tengah kesibukannya. Tiba-tiba datanglah pedagang baru yang menyainginya dengan modal yang berlimpah. Maka ketika pedagang yang ta’at ini berusaha melakukan perlawanan yang tidak sehat dengan tujuan menghentikan lawannya, maka dia telah terkena penyakit hasud. Biasanya ia akan melakukan apapun demi mendapatkan keuntungan lebih besar. Sehingga ia melupakan kaedah berdagang yang baik.

Kedua, bahaya hasud adalah  الإفضاء الى فعل المعاصى al-Ifdha’u ila fi’lil ma’ashi, yaitu membuka pintu terjadinya makshiat. Bahwa I hasud biasanya membutuhkan pertolongan orang lain untuk menghilangkan nikmat orang yang dihasudi. Secara otomatis si hasud akan menarik orang lain melakukan kemaksiatan bahkan juga kejahatan. Misalkan meminta bantuan dukun, meminta bantuan preman atau meminta bantuan orang lain untuk melakukan fitnah dan seterusnya.

Ini berarti perasaan hasud menyeret orang lain melakukan makshiat. Bahkan akan menambah makshiat dirinya sendiri, karena ketika si hasud meminta bantuan kepada orang lain, ia akan menggunakan berbagai macam cerita dan mengarang kebohongan, bukankah ini merupakan makshiat baru?

Bahaya hasud yang Ketiga adalah,حرمان الشفاعة   hirmantus syafa’ah, yaitu menghalangkan diri dari syafaat besok di hari kiamat. Artinya, orang yang selama hidupnya melakukan hasud walaupun memiliki amal tidak akan mendapatan syafaat dari Rasulullah saw.

Keempat, hasud dapat menyebabkan orang masuk neraka (duhulun nar). Bahaya keempat ini merupakan dampak dari berbagai bahaya yang lain. Secara otomatis orang yang amalnya telah terhapus dan tidak mendapatkan syafaat dari manapun, maka dapat dipastikan bahwa nerakalah tempatnya kelak.

Kelima, الإفضاء الى ضرار غيره al-ifdha’ ila dharari ghairihi. Bahwa hasud dapat membahayakan orang lain. Hal ini sering terjadi karena orang akan berusaha semaksimal mungkin demi tercapainya tujuan melenyapkan nikmat yang dihasudi. Ini biasanya akan membawa-bawa orang lain. Sebagaimana hasud menyeret orang lain untuk melakukan makshiat.

Misalnya, untuk menjatuhkan saingan bisnis yang selama ini telah mapan dalam kepailitan, orang yang hasud akan menggunakan berbagai macam cara. Diantaranya membuat fitnah melalui berbagai media yang ia suarakan lewat mulut orang lain. Sehingga pemilik mulut itulah yang akhinya terkena imbasnya.

Bisa juga orang yang hasud itu dengan sengaja ingin menghilangkan kenikmatan orang lain dengan cara membakar rumah orang tersebut ketika tidur. Padahal di dalam rumah itu ada pembantu dan keluarga lainnya. Secara otomatis mereka yang tidak tahu-enahu urusan ikut menjadi korban.

Bahaya keenam adalah,  التعاب والهم من غير فائدةat-ta’ab wal ham min ghairi faidatin. Artinya orang yang hasud selalu disibukkan dengan masalah yang tidak ada faedahnya dan juga dirundung kesedihan yang tidak terbatas. Misalkan orang yang merasa hasud dengan tetangga yang membeli mobil, maka ia akan selalu kepikiran bagaimana caranya membeli mobil seperti tetangga sebelah, atau bagaimana caranya agar mobil tetangga sebelah itu cepat rusak. Maka berulahlah dia dengan melakukan berbagai intrik yang menyibukkan dirinya sendiri. Padahal, yang demikian itu tidak pernah dipikirkan oleh tetangga sebelah.

Parahnya lagi, sebelum si hasud berhasil merusak mobil ternyata tetangga sebelah sudah menukar mobil itu dengan mobil yang lebih baru dan lebih canggih. Maka berpikirlah si hasud dengan intriknya lagi, disibukkanlah dia dengan berbagai pikiran yang menyedihkan hati dan tidak pernah berhenti.

Ketujuh,  أعمى القلب حتى يكاد لايفهم حكما من الله ‘amal qalbi hatta yakada la yafhamu hukman min ahkamillahi ta’ala. Hasud akan menyebabkan seseorang buta hatinya dan tidak mempedulikan lagi aturan syariat dan hukum Allah swt. Mata hati si hasud telah buta, sehingga ia tidak peduli bahwa orang yang dihasudi, yang hendak direbut kenikmatannya adalah saudara sendiri, teman sendiri, sahabat, keluarga sendiri, bahkan juga orang tua sendiri. Begitu pekatnya rasa kebencian dalam hati itu sehingga menutup mata dari pemahaman agama. Si hasud tidak lagi dapat mengenali hukum Allah, ia tidak peduli lagi dengan ancaman Allah bagi orang yang durhakan, menghianati atau memfitnah keluarga sendiri.

Banyak sekali contoh yang menunjukkan betapa sengitnya persaingan dunia bisnis biasa terjadi antar saudara (adik-kakak) dalam satu keluarga. Karena hasud, kawan bisa menjadi lawan dan saudara bisa menjadi terdakwa.

Terakhir, yang kedelapan adalah  الحرمان والحذلان alhirmanu wal hidzlanu. Bahwa hasud itu akan menjadikan seseorang terhalang dari keberhasilan. Artinya, si hasud akan semakin menjauhi diri dari kesuksesan. Meskipun si hasud berhasil mencelakai orang lain tetapi ia sama sekali tidak puas. Bahkan ia akan semakin merasa jauh dari keberhasilan. Sebagaimana orang yang semakin haus karena minum air laut.


Berikut adalah beberapa tips dan cara menghilangkan sifat iri hati (negatif):

Sibukkan diri dengan mendekatkan diri kepada Allah. Tentu hal ini dapat melupakan dan mengubur dalam-dalam sifat iri hati kita. Dengan menyibukkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah akan membuat kita lupa dan tidak ada waktu untuk iri hati terhadap orang lain.

Harmonis dengan orang tua. Kehidupan sebagai anak manusia pasti tidak akan terlepas dari orang tua. Orang tua adalah sumber kekuatan. Mintalah nasihat dan solusi kepada mereka.
Cobalah mencari kesibukkan lain. Sama halnya dengan yang pertama, dengan mempunyai aktivitas lain seperti berolahraga, fitness, rekreasi, rihlah, belajar, dan hal lainnya. Kerjakanlah aktivitas/rutinitas kita sehingga kita lupa untuk iri hati kepada orang lain.

Jadilah diri sendiri. Kebanyakan orang yang iri adalah orang yang tidak menjadi diri sendiri. Artinya, kita harus belajar dewasa dan memahami siapa dan apa kelebihan kita. Tidak usahlah iri hati, lihat dan tunjukkan kelebihan kita.

Berkumpul dengan orang yang baik. Teman adalah tempat yang pas untuk berbagi, baik itu pengalaman, curahan hati, dan seputar masa depan. Carilah teman yang baik tentunya, karena teman yang baik tidak akan membuat kita semakin tertekan. Justru dia akan memberikan solusi dan nasihat yang terbaik untuk kita.


Kisah Cerita Akibat Iri Hati

Terdapat riwayat bahwa seorang laki-laki meninggalkan dua anak setelah ia meninggal dunia. Ia meninggalkan untuk keduanya harta benda yang tidak seberapa. Mereka berdua membagi harta peninggalan tersebut dan masing-masing dari keduanya menggunakan harta tersebut sesuai haknya. Anak bungsu menyibukkan diri dengan berdagang dan mengikhlaskan amalnya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia banyak bersedekah dan tidak kikir kepada hamba-hamba Allah dengan jalan membagi nikmat yang ia dapatkan, sehingga perdagangannya berkembang dan hartanya semakin bertambah. Ia pun menjadi orang kaya raya. Di samping itu, ia tidak mempunyai musuh, sehingga harta bendanya pun terjaga dan tidak ada yang iri kepadanya.

Sebaliknya, sang kakak memilih untuk menempuh jalan yang keliru sehingga ia menghabiskan kekayaannya untuk minum arak, judi, dan zina. Akhirnya, hartanya pun ludes. Ia pun menjadi orang fakir, tidak mempunyai makanan pokok yang dapat dimakan. Sementara itu, adiknya tetap sayang kepadanya. Ia memberinya tempat tinggal, menyediakan makanan dan pakaian yang mencukupinya. Sayangnya, ia tidak merasa cukup dengan kasih sayang adiknya itu. Bahkan, ia mulai iri hati kepada adiknya. Ia memutar otak untuk menguras kekayaan adiknya sehingga menjadi fakir sama seperti dirinya. Dengan demikian, hatinya akan merasa tenang karena orang-orang tidak akan mengejeknya lagi karena kemiskinannya sementara di pihak lain orang-orang menyanjung reputasi adiknya. Akhirnya, ia berusaha keras untuk meraih tujuan hina tersebut.

Akhirnya, ia mendapat bisikan dari Iblis agar mendatangi tukang dengki yang sudah terkenal dengan kedengkiannya. Sedikit sekali orang yang dapat selamat dari kedengkiannya. Si tukang dengki ini matanya rabun dan nyaris tidak dapat melihat kecuali dalam jarak yang sangat dekat. Kemudian sang kakak tersebut mendatangi si tukang dengki yang sudah terkenal ini. Ia meminta kepada tukang dengki agar ia mendengki harta adiknya dengan iming-iming imbalan yang akan diberikan ketika kekayaan saudaranya telah ludes. Si tukang dengki pun diajak ke sebuah jalan yang biasa dilewati oleh dagangan saudaranya. Lalu sang kakak tersebut mengingatkan si tukang dengki agar bersiap-siap untuk segera beraksi dengan berkata, “Bersiap-siaplah! Dagangan saudaraku sudah mendekat. Posisinya sekitar satu mil dari kita.”

Maka dengan penuh rasa dengki si tukang dengki berkata, “Alangkah dahsyatnya pandangan matamu! Apakah kamu benar-benar dapat melihat barang dagangan saudaramu pada jarak sejauh itu? Duhai kiranya saya mempunyai pandangan mata yang tajam seperti matamu.” Tiba-tiba, sang kakak merasa sakit kepala, matanya menjadi gelap, dan seketika itu menjadi buta. Akhirnya, barang dagangan adiknya tersebut dapat melintasinya dengan selamat, tanpa gangguan sedikit pun.


Sumber : 
1. id.shvoong.com 
2. nu.or.id
3. Hambamohon.com
4. Kisah muslim.com
5. Merdeka.com

Sumber Gambar :
akbarpuryanto.blogspot.com








Terima kasih sudah berkomentar