Fokus Perbaiki Diri

Ini hanyalah sebuah opini penjabaran saya sendiri kenapa fokus perbaiki diri demi sebuah kesuksesan atau kemajuan pada diri seseorang. Dalam hati bertanya dan dijawab sendiri ngapain ngomongin kelemahan orang lain, bisa-bisa saya lupa diri larut jadi memikirkan orang lain, lupa memikirkan diri saya sendiri.

Hal semacam ini bisa timbul karena adanya sifat iri dan dengki kepada seseorang yang memiliki kelebihan-kelebihan atau bahkan karena tidak mau tersaingi.

Misalnya saja dalam sebuah lingkungan tempat kerja, si A dan si B merasa tidak adil si B kerja sedikit gaji lebih besar dan si A kerjaannya banyak gaji lebih sedikit.

Si A karena larut dalam ketidak adilan tersebut akhirnya semangat kerjanya menurun, si A mengikuti cara kerja yang dilakukan si B yang santai namun gaji lebih tinggi, kemudian karena si A seperti itu hasil kerjanya menjadi buruk dan tidak mendapatkan kepercayaan lagi dari pimpinan, karena sudah mengecewakan akhirnya turun jabatan dan gajinya tidak sama dengan si B melainkan, gajinya diturunkan lagi.

Lain cerita kalau Fokus Perbaiki Diri berikut ulasannya

Meskipun dirasakan tidak adil si A tetap sabar menjalaninya tetap semangat dan bekerja lebih baik dan lebih bertanggungjawab, fokus memperbaiki kulaitas diri, beban pekerjaan yang ada diselesaikan dengan baik, karena banyaknya pekerjaan yang sudah diselesaikan, si A menjadi banyak pengetahuan, ilmu dan pengalaman yang didapatkan, tanpa sepengetahuannya ternyata pimpinan sedang menilai pekerjaannya, karena bekerja dengan baik akhirnya mendapatkan perhatian dengan memberikan kenaikan gaji dan karena kemampuannya mengatasi masalah-masalah dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga memiliki pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan si B akhirnya jabatan si A lebih tinggi dari si B.

Berikut juga ada artikel yang masih terkait, jika anda merasakan ketidak adilan dalam pembagian tugas kerja, anda selalu banyak pekerjaannya berikut ada sebuah artikel  Hikmah yang didapat dari banyaknya pekerjaan kantor 






Terima kasih sudah berkomentar