Menyikapi Ketika Pimpinan marah-marah

Berikut sebuah opini lagi, yaitu penjabaran mengenai bagaimana ketika anda dimarahi pimpinan di tempat anda bekerja.

Ada 2 hal yang membuat Pimpinan Marah-marah
1. Melakukan kesalahan
Cukup jelas ketika anda belum juga selesai menyelesaikan pekerjaan padahal sedang dibutuhkan segera, ini wajar saja seorang pimpinan marah-marah

2. Ada kesalahpahaman
Penjelasan atau laporan yang sulit dipahami oleh pimpinan bisa jadi menimbulkan pemahaman yang berbeda dan akhirnya pimpinan marah-marah.

Bagaimana menyikapinya
1. Kalau pimpinan marah-marah karena adanya kesalahpahaman, berikan penjelasan ulang minta waktu kepada pimpinan untuk menjelaskan laporan anda sebaik-baiknya sehingga pimpinan mengerti sebenarnya isi laporan. Setelah pimpinan mengerti memungkinkan ada ucapan permintaan maaf untuk anda karena sudah marah-marah.

2. Ketika pimpinan marah-marah karena melakukan kesalahan, tidak ada kata lain menurut saya dalam menyikapnya  selain minta maaf dan segera memperbaiki kesalahan tersebut. Ketika dimarahi bersabar jangan dendam, ambil positifnya karena menurut saya  anda baru saja mendapatkan pelajaran berharga, karena dengan dimarahin akan menjadi perhatian anda sehingga tidak akan melakukan kesalahan yang sama, andapun menjadi tahu mana yang benar dan mana yang salah, menurut saya pantas dimarahi karena dengan keterbatasan ilmu pengetahuan seseorang kadang melakukan kesalahan dalam bekerja.  Kalau dengan marah-marah ini biasanya akan menjadi kenangan yang tidak mudah hilang sehingga agar tidak dimarahi kedua kalinya, karyawan akan bekerja lebih baik lagi dari sebelumnya.

Berikut ada sebuah artikel yang masih terkait, jika anda merasakan ketidakadilan sebagai karyawan baca selanjutnya Fokus Perbaiki diri







Terima kasih sudah berkomentar