Antara Wirausahawan dan Karyawan

Kali ini share sebuah opini, tentang terkadang orang maunya uangnya banyak tetapi jadi pekerja/karyawan, bukan wiraswasta, padahal anda pasti tahu seorang pekerja ini orang gajian yang dibayar diakhir bulan, kemudian dari gajiannya tersebut belum pasti cukup tidak sampai ke gajian bulan berikutnya. Meskipun berwiraswasta juga belum tentu lebih baik, namun memiliki peluang lebih baik dari pada seorang karyawan.

Kemudian sebagai pekerja dengan dasar sudah mengabdi lama, menuntut ingin gaji yang tinggi agar tercukupi kebutuhannya, tanpa dasar meminta dinaikan gaji, tidak tahu keuangan perusahaan, tidak tahu pendapatan perusahaan dan permasalahan lainnya.

Menurut saya anda bisa menuntut kenaikan gaji jika gaji yang sudah anda terima tidak sebanding dengan apa yang anda lakukan atau anda kerjakan, misalnya anda bekerja dibagian pemasaran, anda sudah mampu memberikan laba untuk perusahaan sebesar 50.000.000 setiap bulannya, sedangkan anda digaji hanya 2 juta perbulan, anda mungkin bisa menuntunya dengan meminta kenaikan 5.000.000 perbulan menurut saya masih wajar 10% dari laba.

Menurut saya jadi karyawan harus bisa menyadari tidak ada yang diharapkan lebih dari seorang karyawan selain gaji bulanan, jika menjadi pimpinan ya bekerja sesuatu peraturan, kalau jadi staf ya hanya menerima menjalankan tugas, mungkin harapan lain hanya bekerja dengan baik, kemudian dinaikan jabatannya dan gajinya pun mengikuti. Namun demikian bukan berarti berwirausaha lebih baik, masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tinggal mana yang anda inginkan jika anda pengin mendapatkan penghasilan yang anda inginkan tanpa ada batasan cobalah dengan berwirausaha, dan jika anda merasa nyaman dengan menjadi karyawan ya jadilah karyawan akan tetapi bersiap-siap harus menerima menjadi orang gajian, yang bekerja dengan waktu yang terikat dari pagi sampai sore dengan penghasilan yang belum dipastikan cukup sampai gajian bulan berikutnya, disuruh-suruh bos.







Terima kasih sudah berkomentar