Ingin Bertani Bercocok Tanam sebagai Pekerjaan Sampingan

Kelihatannya bertani bercocok tanam itu sebuah mata pencaharian pekerjaan yang kurang menarik tidak membanggakan, berikut ada sebuah cerita dari seorang teman yang menceritakan bahwa suaminya tidak memiliki status pekerjaan, kegiatannya sehari-hari adalah bercocok tanam, menanam padi disawah, meski seorang petani yang kesehariannya menggarap sawah, kehidupan ekonominya mapan, mampu membangun rumah yang layak kemudian memiliki mobil. Rumahnya setiap panen tiba direhab semakin bagus. Akan tetapi meskipun hidup sebagai seorang petani yang bercocok tanam yang keuangan sudah mapan, orang tuanya tidak merestuinya inginnya anaknya kerja agar mendapatkan status yang jelas, sehingga dimasyarakat tidak dipandang sebagai petani. Akhirnya pun sekarang mendapatkan pekerjaan dan saya tidak dengar lagi kelanjutan bercocok tanam

Sedikit pandangan dari saya tentang bertani bercocok taman, Kalau tidak ada yang mau jadi petani, bisa gawat nanti rawan ketahanan pangan akhirnya impor kemudian ketergantungan sama hasil pertanian impor, harganya mahal barangnya sulit didapatkan, kasihan sudah menyangkut kepentingan orang banyak, hasil pertanian padi ini harus tetap di lestarikan untuk kelangsungan hidup orang banyak, uang banyak kalau tidak ada yang nanam padi, mau makan jadi kesulitan, tidak ada fungsinya punya uang banyak. Dijaman yang sudah canggih ini terkadang perhatian lebih besar pada kecanggihan teknologi, sektor pertanian harus tetap diperhatikan petani tetap harus dibina diperhatikan di beri motivasi agar hasil pertaniannya bagus.

Cerita lagi, ketika membaca koran banyak jamaah anggota haji yang akan diberangkatkan kebanyakan mata pencahariannya sebagai petani, wah dalam hati saya wah berkah dan barokah penghasilannya dari bertani ini sampai banyak yang bisa haji. Dari sini saya punya pemikiran yang tidak tahu benar salahnya maksudnya bukan bermaksud sok tahu, bahwa petani itu pekerjaan yang barokah dan berkah, ini didasari saya melihat kehidupan para petani yang terlihat biasa ternyata juga bisa haji, kemudian saya melihat orang-orang sukses, orang-orang besar berasal dari keluarga petani, orang suksesnya tidak saya ulas disini soalnya lupa-lupa ingat, pada waktu itu saya pernah baca profil seorang yang sudah menjadi orang besar baik itu pejabat maupun pengusaha sukses.

Kemudian saya punya pemikiran pantas saja berkah karena penghasilan yang didapatkan murni hasil alam yaitu dari proses mengolah tanah menanam kemudian panen, tidak seperti jual beli yang mencari laba, yang terkadang bisa terjadi tanpa kesengajaan ada ketidaksesuaian misalnya timbangan yang kurang pas seharussnya beratnya 1 kg tapi kurang sedikit sekali satu kilonya, disitu ada pandangan orang yang tidak sah jual belinya akhirnya penghasilannya tidak berkah, kemudian sebagai karyawan atau pegawai seperti yang diberitakan televisi terangkut korupsi karena menerima suap, atau dalam pengadaan barang yang Mark up harga tidak sewajarnya untuk mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut, kehidupan pegawai ini tidak tenang karena menjadi incaran takut terbongkar, kemudian kehidupan keluarganya juga tidak harmonis anaknya tersangkut kasus narkoba, dari cerita pegawai inilah yang saya sering dengar orang menyebutnya hidup yang tidak berkah.

Baca Juga KEBIASAN BAIK YANG DIHAFAL DAN DIMENGERTI SETIAP HARI 

Demikian share tentang ingin bercocok tanam sebagai pekerjaan sampingan.







Terima kasih sudah berkomentar