Tentang Profesi dan Penghasilan

Pengetahuan ini didapat dari liburan kemarin, banyak juga ide-ide selama liburan yang ingin saya tulis untuk mengisi artikel di blog, salah satunya tentang profesi dan penghasilan.

Setelah perjalanan selama 4 jam lelah juga, masuk ke kamar hotel dan merebahkan badan kemudian menyalakan tv disitu  terdapat sebuah berita yaitu seorang dokter dalam menjalani profesinya tidak mengenakan tarif atau biaya kepada para pasiennya, hampir pasien sebesar 70% tidak dikenakan tarif, sampai terkadang dokter memberikan obat secara gratis kepada pasien yang benar-benar tidak mampu.

Tidak banyak dokter yang seperti diatas, lebih populer periksa didokter lebih mahal, kalau menurut saya ya wajar, untuk mendapatkan keahlian seorang dokter saja dibutuhkan biaya yang mahal serta waktu yang tidak singkat, resiko juga besar seperti yang terjadi sekarang ini ada dokter yang dipenjarakan karena kasus. Tapi bagaimana jika menemui pasien yang tidak mampu, apakah hati nurani tidak kasihan selalu memberikan pelayanan dikaitkan dengan rupiah, sedangkan dokter sudah profesinya untuk mengobati yang sakit, kalau tidak salah juga sebelum menjalankan tugasnya sebagai dokter ada sumpah dokter.

Yang menarik perhatian saya adalah ketika orang tersebut menentukan profesi dokter, dokter tersebut sebelum menjadi dokter mendapatkan nasehat dari orang tuanya, sebagai berikut :
“Dalam menentukan profesi jika kamu ingin mencari uang jualan saja dan jika kamu berjiwa kemanusiaan jadilah dokter “

Ternyata pesan dari orang tua itulah yang mendasari pelayanan dokter tanpa tarif. Kalau menurut saya hidup ini jualan, kan jualan tidak hanya barang jualan juga bisa saja jasa. Mungkin dari ungkapan diatas lebih spesifik.
Saya sependapat dengan ungkapan diatas “kalau mau mencari uang ya jualan”

Dari ungkapan diatas ada benarnya juga, saya kaitkan dengan pekerjaan sebagai orang kantoran atau pekerja, kelihatannya sama sebagai pekerja ya sebagai pekerja saja mengabdikan diri ditempat kerja, selain itu tidak ada lagi selain bekerja. Memang benar bekerja untuk mencari uang, sebagai pekerja menerima imbalan jasa setiap sebulan sekali. Yang saya maksudkan disini terkadang sebagai pekerja mencari uang tambahan di tempat kerjanya seperti misalnya dikantor ada sebuah proyek yang dikerjakan pihak ketiga, agar pihak ketiga tersebut bisa menjalankan proyeknya memberikan syarat untuk memberikan fee kepada pimpinan tempat kerja tersebut.

Jadi seperti ungkapan nasehat dari orang tua tersebut kalau mau cari uang ya jualan. Kalau sebagai pekerja kalau menginginkan mencari uang tambahan, ya berusaha lain setelah jam kerja sebagai karyawan atau pekerja selesai, misalnya jam kerja sebagai karyawan jam 08.00-jam 16.00 ya mencari uang tambahan selain ditempat kerja tersebut sehabis selesai pekerjaan yaitu dimulai jam16.00.

Saya bisa menjabarkan dari ungkapan diatas adalah seseorang bisa menempatkan antara profesi dan mencari uang.

Mungkin penjabaran saya membingungkan harap mahklum masih belajar menulis, lebih singkat kata kunci dari artikel ini adalah Yang menarik perhatian saya adalah ketika orang tersebut menentukan profesi dokter, dokter tersebut sebelum menjadi dokter mendapatkan nasehat dari orang tuanya, sebagai berikut  “dalam menentukan profesi jika kamu ingin mencari uang jualan saja dan jika kamu berjiwa kemanusiaan jadilah dokter “







Terima kasih sudah berkomentar