MARI MENGENAL TENTANG UI DAN UX


Bagi kalian yang sudah akrab dengan dunia design ataupun website, tentunya sudah sangat sering mendengar tentang UI dan UX. UI, yang merupakan singkatan dari User Interface, memang  tidak dapat dipisahkan dari UX, User Interface. Bahkan karena sama–sama berorientasi kepada user alias pengguna, tidak sedikit yang menganggap bahwa keduanya adalah sama, padahal tidak demikian. Maka dari itu, sekarang akan kita bahas mengenai pengertian keduanya.

User Interface (UI)

User Interface atau yang bahasa Indonesianya disebut Antarmuka Pengguna adalah Desain antarmuka untuk mesin dan perangkat lunak, seperti komputer, peralatan rumah tangga, perangkat mobile, dan perangkat elektronik lainnya dengan fokus pada memaksimalkan pengalaman pengguna. Bagaimana suatu website atau aplikasi yang kamu buat terlihat seperti apa, itulah yang dikembangkan oleh UI Designer.

Tujuan utama dari seorang User Interface adalah ‘memahami pengguna’. UI lebih ke tampilan fisik, permainan warna, layout (tata letak), ukuran huruf, dan hal–hal lainnya yang dapat dilihat oleh mata dan dibuat semenarik mungkin agar mudah dipahami dan memberikan kesan yang baik bagi setiap pengguna website atau aplikasi tersebut.



Dalam sebuah analogi, ada dua buah botol saus tomat, kemasan A dan B. Pada kemasan A, botol dibuat dalam kemasan seperti biasa dimana tutupnya berada di atas. Tujuan pembuatnya tentu agar pembeli dapat menggunakan saus secara maksimal dan mudah digunakan. Jika menggunakan konsep UI, kemasan ini cukup menarik untuk dilihat dan digunakan oleh para konsumennya.
User Experience (UX)

Jika UI berfokus pada desain visualnya, maka pada User Experience (UX) alias pengalaman pengguna, memiliki pengertian yaitu proses meningkatkan kepuasan pengguna (pengguna aplikasi, pengunjung website) dalam meningkatkan kegunaan dan kesenangan yang diberikan dalam interaksi antara pengguna dan produk. Ini berarti bahwa setelah pengguna menggunakan suatu produk, website, ataupun aplikasi, maka apa yang mereka rasakan dan dapatkan dari pengalaman tersebut, itulah yang menjadi fokus dalam pengembangan UX tersebut.

Tujuan utama dari para desainer UX adalah, bagaimana membuat sebuah website atau aplikasi tersebut menjadi mudah dan tidak membingungkan ketika digunakan oleh para penggunanya. Disini harus kita ingat bahwa ‘pengguna’ yang dimaksud terdiri dari banyak kalangan dan keahlian, sehingga UX yang baik harus mampu memfasilitasi kebutuhan semua kalangan sehingga produk tersebut dapat digunakan dengan baik.

Pada analogi saus tomat yang tadi, jika pada kemasan A tutupnya terletak diatas botol, pada kemasan B tutup botol sausnya berada di bawah, sehingga pengguna saus tersebut tidak usah menunggu sausnya turun ke bagian bawah saat saus sudah hampir habis. Saat sausnya masih penuh, pada kemasan A dan B tentunya masih sama–sama mudah digunakan. Namun saat kemasan setelah saus tomat tersebut tersisa 20%–10% maka pengguna akan mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan pada botol kemasan B, sehingga akan lebih memilih kemasan A.

Dari analogi ini, kemasan A adalah aplikasi dari UI sementara kemasan B adalah aplikasi dari UX. Kesimpulannya, UX bukan hanya pada apa yang dilihat oleh pengguna, namun dapat memberi alasan yang logis dan dapat membuat pengguna nyaman dalam menggunakan suatu produk. Sementara itu, UI yang baik juga tidak hanya mementingkan ‘keindahan’, namun juga dapat digunakan dan dipahami dengan mudah.

Nah, buat kamu yang mau tahu lebih banyak informasi seputar UI/UX dan seluk-beluk atau kamu mau mempelajarinya secara lebih mendalam. Yuk, cek berbagai program menarik yang ditawarkan International Design School (IDS) di http://www.idseducation.com/

Source:
1 23
Source image:
1