Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?


Puasa bagi sebagian orang memang menjadi kewajiban. Tuntunan agama menjadi dasar hukum wajibnya berpuasa. Namun ada situasi-situasi tertentu yang kan menyebabkan seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa namun bisa mengganti dengan hari yang lain ataupun membayar fidyah (bagi muslim). Seperti sakit, pekerjaan yang membutuhkan energi besar dan terus-menerus, hamil dan menyusui. Untuk kasus hamil dan menyusui ada ibu/ calon ibu yang memilih untuk terus berpuasa dan juga memilih untuk berbuka. Hal ini bergantung pada ibu dan kondisi bayi. Jika memungkinkan untuk berpuasa, maka ada baiknya berpuasa. Selain agar tidak membayar di kemudian hari, juga untuk mengajari sang bayi/ jabang bayi sedari dini. Namun bukan berarti si bayi juga ikut berpuasa.

Bagi wanita yang sedang hamil, ada beberapa momen dimana berpuasa tidak menjadi soal baginya. Atau dapat dikatakan aman. Yaitu di atas 13 minggu dan di bawah 32 minggu. Hal ini dikarenakan di awal masa kehamilan, ibu hamil akan sering mengalami pusing, mual bahkan muntah atau yang biasa disebut dengan morningsickness. Sedangkan di akhir kehamilan, janin sedang membutuhkan kalori yang tinggi sehingga berpuasa dapat mengurangi asupan kalori bagi janin. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa puasa atau tidak berpuasa ini dapat dipilih dengan memperhatikan kondisi ibu dan janin. Jika ibu dalam kondisi yang kuat dan tidak lemas, maka boleh saja berpuasa. Sedangkan untuk kondisi bayi yang kekurangan asupan kalori ditandai dengan adanya kontraksi perut yang dirasakan oleh ibu hamil. Jika kontraksi perut sudah dirasakan oleh ibu hamil yang sedang berpuasa, maka harus segera berpuasa.

Hal ini bukan tanpa akibat. Bayi yang kekurangan asupan kalori dari ibu, akan lahir secara prematur/ tidak cukup bulan. Untuk usia kehamilan yang tepat adalah 38 minggu. Bayi yang lahir secara prematur ditandai dengan pertumbuhan paru-paru yang kurang matang. Sehingga bayi harus mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Meskipun memang perkembangan ilmu kedokteran saat ini sudah menemukan obat untuk mematangkan paru-paru bayi. Namun ada baiknya ibu hamil menghindari hal ini. Jika memang tidak terlahir prematur, maka bayi yang kekurangan kalori akan memiliki berat rendah/ di bawah normal. Tidak berbahaya memang. Semua ini bergantung pada pilihan masing-masing.

Agar kegiatan ibadah puasa dapat berjalan dengan lancar, ibu hamil dapat melakukan beberapa hal berikut ini guna menjaga kesehatan dirinya dan janin yang dikandungnya.

1) Selalu melasanakan sahur agar kalori dan gizi bayi dapat terjaga,

2) Usahakan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang (karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan lemak) sehingga angka kecukupan gizi dapat tercapai dan energi yang dihasilkan dari gizi yang seimbang dapat dimanfaatkan secara bertahap.,

3) Hendaknya menghindari makanan yang mengandung gula tinggi. Hal ini dikarenakan gula yang tinggi akan menghasilkan kalori dan energi dengan cepat namun dengan cepat pula akan turun sehingga bisa drop.

4) Tingkatkan konsumsi air putih saat sedang berbuka agar tidak dehidrasi serta minum susu khusus ibu hamil untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

5) Hendaknya menghindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh karena akan menyebabkan sering buang air kecil (diuretik) sehingga tubuh akan kekurangan cairan.

6) Hindari beraktivitas di luar rumah saat cuaca panas. Ibu hamil bisa memilih waktu pagi, sore atau malam untuk keluar rumah.









Terima kasih sudah berkomentar