Cara mengatasi upaya penipuan Kartu Pintar ATM


Dewasa ini, smart card atau biasa disebut kartu pintar menjadi salah satu teknologi yang telah berkembang di Indonesia. Perkembangan teknologi ini awalanya dilakukan oleh pihak perbankan yang membuat kartu untuk nasabah, seperti kartu kredit maupun kartu debit. Di sisi lain, Kementrian Dalam Negeri juga saat ini telah mengubah kartu tanda penduduk menjadi kartu elektronik yang terintegrasi dengan chip didalamnya. Beberapa contoh lain sebagai bukti perkembangan kartu pintar yang bisa kita rasakan saat ini antara lain kartu akses, kartu elektronik untuk pembayaran transportasi umum, dan sim card yang digunakan dalam telepon seluler.

Smart card sendiri merupakan kartu, dimana secara fisik telah ditanami sebuah chip, dimana benda tersebut dapat mengandung informasi penting dari pengguna kartu tergantung pada jenis smart card yang digunakan. Akan tetapi masih banyak penipuan mengenai kartu pintar ini, dan modusnya ternyata bermacam-macam loh! Disimak yuk, agar tidak tertipu.

Berita penipuan yang belum lama beredar adalah adanya ATM smart card. Modus penipuan ini diawali dengan adanya berita yang disebarkan oleh oknum-oknum penipu lewat pesan singkat maupun sosial media seperti blog. Pesan tersebut berisikan tentang pengakuan pengirim pesan sebagai orang yang pernah bekerja di suatu perbankan yang terkenal di Asia. Oknum tersebut menyebutkan bahwa hal-hal tidak mengenakan menimpa dirinya. Hal ini lantas menyebabkan kekecewaan dan mendorong oknum untuk membuat ATM Smart Card bebas akses dengan bekerja sama dengan perancang program teknologi. Penerima pesan hanya perlu membayarkan sedikit uang kepada para pelaku untuk mendapatkan kartu tersebut. Pelaku penipuan juga menyertakan kalimat menggiurkan seperti “ATM smart card dapat digunakan dengan akses bebas dalam tarik tunai tanpa harus memiliki saldo maupun rekening bank terlebih dulu”. Tentu saja hal itu mengundang para penerima pesan untuk membalas pesan dan melanjutkan transkasi pembelian kartu pintar tersebut. Setelah beberapa saat, terungkap bahwa pesan tersebut tidak lebih dari sekedar modus penipuan. Lalu, bagaimana cara menghindari penipuan seperti kasus ini?
Cara terbaik dalam menghindari penipuan tersebut adalah melakukan pemeriksaan terhadap pesan yang disampaikan. Pengecekan dapat dilakukan dengan menghubungi pihak perbankan dan menanyakan adanya kartu tersebut. Secara logis, dalam proses mendapatkan kartu dari perbankan membutuhkan data-data pribadi dan memerlukan waktu dalam pembuatannya, sehingga kartu bebas akses didapatkan hanya dengan memberikan sejumlah uang kepada oknum tertentu dirasa tidak masuk akal.

Untuk membuat kartu debit maupun kredit, sebaiknya langsung dilakukan di bank. Selain mudah dalam cara pembuatannya, kartu yang dikeluarkan oleh perbankan memiliki sistem keamanan yang tinggi. Pembuatan rekening tabungan di beberapa bank kini bisa dilakukan dengan cepat dan membutuhkan syarat-syarat yang mudah. Kini, beberapa bank bahkan telah menghadirkan desain kartu yang unik dan dapat dipilih sesuai selera nasabah. Selain rekening tabungan, saat ini juga kita dapat memiliki uang elektornik atau e-money dengan mudah. Salah satu bank di Indonesia bahkan dapat menerima custom desain kartu uang elektronik bagi para nasabahnya. Kartu pintar dengan desain dari nasabah maupun desain trendi yang ditawarkan pihak bank tentunya tak luput dari teknologi mutakhir dari bidang percetakan kartu. Dengan perkemabangan teknologi seperti sekarang, nasabah tidak hanya mendapat kemudahan dalam penggunaan produk perbankan namun juga merasakan kepuasan didalamnya.

Informasi mengenai tahapan pembuatan produk perbankan, serta sikap kritis dari masyarakat, nantinya mampu menghasilkan generasi yang tanggap dalam mengatasi upaya penipuan dari pelaku kejahatan. Dan bagi yang ingin memiliki kartu pintar, bisa mengunjungi situs ist.co.id karena menyediakan layanan pembuatan kartu pintar yang berkualitas.

0 Komentar untuk "Cara mengatasi upaya penipuan Kartu Pintar ATM"